Sensor suhu mesin error, apa pengaruhnya?

Juli 11, 2022 ・0 comments

sensor-eot

    Sensor suhu mesin (EOT/ECT sensor) berfungsi untuk mendeteksi suhu mesin, lalu apa pentingnya suhu mesin perlu diukur/dideteksi?. Sebelum masuk kedalam pembahasan admin ingin berbagi pengetahuan tentang sensor suhu mesin ini, berdasarkan sistem pendinginan dari sepeda motor injeksi, sensor suhu mesin dibedakan menjadi 2 jenis yaitu EOT sensor dan ECT sensor. EOT singkatan dari engine oil temperature sensor digunakan pada sepeda motor injeksi yang menggunakan sistem pendingin udara paksa dan ditempatkan dibadan cyliner comp (blok silinder) sedangkan ECT singkatan dari engine coolant temperature sensor digunakan pada sepeda motor injeksi dengan sistem pendinginan cairan dan biasanya ditempatkan disaluran air radiator.

    Kembali kepembahasan diatas, sensor suhu mesin diperlukan untuk memberikan sinyal sebagai indikator dari kondisi panas mesin, misalkan kalau mesin terlalu panas maka akan muncul warning yang ditandai dengan menyalanya lampu indikator pada speedometer, selain memberikan sinyal saat suhu mesin tinggi, sensor ini juga mengirimkan sinyal pada saat suhu mesin rendah, mungkin temen-temen pernah menemukan masalah saat mesin dingin motor susah dihidupkan, ini juga ada hubungannya dengan sensor suhu mesin, berikut pengaruh jika sensor suhu mesin error:

Sensor EOT/ECT error dapat membuat mesin overheat atau nyeket

    Peristiwa ini bukan semata-mata admin mengarang cerita, mesin overheat terjadi karena sensor tidak memberi sinyal kepada indikator suhu yang ada di speedometer, hal ini mengakibatkan pengendara tidak ngeh atau tidak mengetahui kalau kondisi mesin motor yang ia kendarai ternyata sudah terlalu panas, karena ketidak tahuan ini pengendara merasa suhu mesin sepeda motornya dalam kondisi baik dan akhirnya pengendara melanjutkan perjalanannya, dalam kondisi mesin terlalu panas ini sebenarnya pengendara tidak boleh melanjutkan perjalanannya karena dapat merusak komponen mesin. Dengan errornya sensor suhu mesin pengendara menjadi cuek dan lalai dengan kondisi oli mesin/air radiator karena mereka menyangka suhu mesin seped motornya normal.

Sensor EOT/ECT error dapat membuat motor susah dihidupkan pada kondisi mesin dingin

    Sering kita temui pada sepeda motor karburator, seperti jupiter, vega, tiger dan lainnya sering mengalami motor susah dihidupkan ketika motor berhenti lama atau tidak dipakai selama berhari-hari, untuk mengatasi ini biasanya sepeda motor karburator menggunakan choke untuk memberi tambahan bahan bakar agar mesin lebih mudah dihidupkan. Sedangkan dalam sepeda motor injeksi sistem choke (memberi tambahan bakar) ini diotomasi atau berjalan secara otomatis dengan bantuan sinyal sensor suhu mesin yang mendeteksi kondisi suhu sedang dingin, mungkin beberapa temen-temen disini pernah memperhatikan pada saat motor injeksi pertama kali dihidupkan putaran stasioner lebih tinggi dan setelah beberapa detik putaran stasioner normal kembali, waktu putaran stasioner tinggi itu lah sensor suhu mesin bekerja.

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kita semua.

Baca juga: Pengalaman admin mengatasi CBR250RR mogok, ternyata cuma kabel koil terbalik

Posting Komentar

If you can't commemt, try using Chrome instead.